BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap bangsa tentu memiliki sistem
pendidikan. Dengan sistem pendidikan itu, suatu bangsa mewariskan
segala pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan sikap, agama dan ciri-ciri
watak khusus yang dimilikinya dengan cara tertentu kepada generasi penerusnya,
agar mereka dapat mewariskannya dengan sebaik-baiknya. Melalui sistem
pendidikan itu, suatu bangsa dapat memelihara dan mempertahankan nilai-nilai
luhur, serta keunggulan-keunggulan mereka dari generasi ke generasi.
Pendidikan komparatif membahas perbandingan
secara ilmiah, dan mempunyai tujuan untuk melihat persamaan dan perbedaan,
kerja sama, pertukaran pelajar antar bangsa dalam menciptakan pedamaian dunia.
Pendapat tersebut sebagai usaha menanamkan dan menumbuh-kembangkan rasa saling
pengertian dan kerja sama antar bangsa, demi terpeliharanya perdamaian dunia,
melalui peroses pendidikan. Pendidikan komparatif juga diperlukan, untuk
melihat kemajuan, kualiatas pendidikan di negara maju dan dibangdingkan dengan
negara berkembang.
Studi perbandingan pendidikan merupakan salah satu cara
untuk mengetahui berbagai aspek yang berhubungan dengan sistem pendidikan
Negara tertentu, terutama yang berhubungan dengan kelebihan yang terjadi pada
sistem pendidikan negara tersebut. Untuk itulah pada kesempatan kali ini saya
mencoba menguraikan perbandingan pendidikan terhadap Negara Kanada dan
Indonesia.
B. Rumusan Masalah1. Apa yang dimaksud dengan Perbandingan Pendidikan?
2. Bagaimana Sistem Pendidikan Dasar di Kanada?
3. Bagaimana Sistem Pendidikan Dasar di Indonesia?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui sistem pendidikan dasar di Indonesia dan Kanada
2. Untuk memgetahui dan memahami perbandingan pendidikan
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Perbandingan Pendidikan
Pengertian Perbandingan Pendidikan Sebagai
suatu ilmu perbandingan pendidikan tidaklah hanya membahas masalah-masalah
sistem pendidikan dan pengajaran yang ada pada suatu negara, dan tidak hanya
membahas tentang pemikiran kependidikan yang ada dalam suatu masyarakat dalam
suatu negara atau tentang teori-teori kependidikan yang diamalkan oleh suatu
masyarakat sebagai suatu landasan pembahasan tentang sistem pendidikannya.Bukan
ilmu perbandingan pendidikan bila hanya menitikberatkan pembahasan pada
perbandingan antara teori-teeori pendidikan yang ada dalam suatu masyarakat.
Ilmu perbandingan pendidikan juga tidak hanya
sekedar membandingkan antara dua sistem atau lebih dari pada pelaksanaan
pendidikan dan pengajaran yang ada disuatu negara atau disuatu masyarakat.
Karena dengan cara demikian kita hanya mengetahui beberapa persamaan dan
perbedaan tanpa mengetahui latar belakang yang menyebabkan timbulnya persamaan
dan perbedaan tersebut. Ilmu perbandingan pendidikan itu mengandung pengertian
yang lebih kompleks.Oleh karena itu harus mencakup berbagai latar belakang yang
mempengaruhi perkembangan bangsa disuatu negara.Sedangkan dalam perkembangan
suatu bangsa itu terdapat aspirasi-aspirasi dan ide-ide yang mendorong perkembangannya
dalam kurun waktu lama.Aspirasi dan cita-cita itulah yang memberi corak dan
bentuk kebudayaan dan peradaban bangsa itu.Oleh karnanya pembatasan pengertian
Ilmu perbandingan pendidikan harus bersifat komprehensif sebagai berikut; Ilmu
perbandingan pendidikan juga diartikan sebagai studi tentang sistem pendidikan
dan pengajaran dinegara yang berbeda serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
B.
Sistem Pendidikan
Sekolah Dasar di Kanada
1.
Jenjang Pendidikan di Negara Kanada
Kanada merupakan salah satu negara dengan sistem
pemerintahan Demokrasi Parlementer. Dengan luas 9,971,500 km² dan jumlah
penduduk sekitar 28,820,671 jiwa, Canada merupakan salah satu negara tujuan
wisata yang terkenal dengan air terjun Niagara, selain itu dari segi geografis
lingkungan yang bersih dan udara yang segar membuat para penduduk dan para
wisatawan dapat langsung beradaptasi dengan kehidupan disekitar. Kanada
menduduki peringkat yang tinggi secara global seperti Global Peace Index dan
Human Development Indeks PBB.
Sistem pendidikan di Kanada mencakup sekolah yang
dibiayai pemerintah maupun sekolah swasta, mulai dari taman kanak-kanak sampai
dengan pra-universitas. Sedangkan semua universitas di Kanada adalah milik
pemerintah; program yang ditawarkan mulai dari undergraduate hingga doctorate
dan biasanya dimulai pada bulan September.
Pendidikan adalah tanggung jawab propinsi di bawah
undang-undang Kanada, sehingga terdapat perbedaan dalam sistem pendidikan di
berbagai propinsi.Walaupun demikian, taraf di seluruh negara ini secara keseluruhan
tinggi yang setara dengan universitas di USA maupun negara Commonwealth
lainnya.
Pendidikan di Kanada disediakan, didanai dan diawasi
oleh pemerintah federal, provinsi, dan pemerintah daerah.Pendidikan berada di
dalam yurisdiksi pemerintahan provinsi dan kurikulum diawasi oleh pemerintahan
provinsi. Pendidikan di Kanada umumnya dibagi pada pendidikan Dasar (Primary
School , Public School), kemudian pendidikan Menengah (High School) dan
pendidikan tinggi (Universitas, College). Pada setiap provinsi-provinsi
terdapat ada dewan sekolah yang mengawasi pelayanan pendidikan dan
penyelenggaraan program-program pendidikan. Pendidikan wajib bagi penduduk
kanada sampai usia 16 tahun di seluruh provinsi di Kanada, kecuali untuk
Ontario dan New Brunswick, di mana usia wajib sampai 18 tahun.)
a.
Pendidikan Dasar (Primary School ,
Public School),
Sama
seperti AS, sistim pendidikan di Kanada berbeda di setiap propinsi. Menurut UU
Kanada, pendidikan merupakan tanggung jawab tiap propinsi. Umumnya anak-anak
Kanada masuk taman kanak-kanak selama satu atau dua tahun pada usia 4 atau 5
tahunsecara sukarela. Semua anak masuk kelas SD pada usia 6 tahun.Lamanya masa
sekolah dasar di Kanada berbeda untuk tiap propinsi.Propinsi-propinsi seperti
Quebec, Ontario, dan Manitoba mempunyai masa pendidikan dasar lebih panjang
dibanding propinsi lainnya.Karena di propinsi-propinsi tersebut sistim
pendidikan dasar dan menengahnya hanya terdiri dari sekolah dasar dan
menengah.Dengan sistim ini, seorang anak di Quebec harus menghabiskan enam tahun
untuk sekolah dasar, kemudian lima tahun untuk sekolah menengah. Sebelum masuk
universitas, ia harus menjalani masa pendidikan pra-universitas (disebut CEGEP)
selama dua tahun.CEGEP bisa dianggap sebagai kursus tambahan yang dapat
dikreditkan ke dalam kredit universitas
2.
Manajemen
Pendidikan
a. Kurikulum
dan Metodologi Pengajaran
System pendidikan di Kanada mengalami
reformasi besar-besaran dalam tahun-tahun 1960-an dan awal 1970-an.
Konsep-konsep seperti belajar denga strategi “Child-centered”, “continuous
progress”, “team teaching”, “discovery method”, “open plan school”, dan
“audiovisual aids” mulai dipakai, kadang-kadang mengabaikan akibat-akibat
hasilnya, atau mendabaikan pendidikan guru-gurunya. Program sekolah yang
terdiri dari berbagai pelajaran wajib dan buku-buku teks yang ditentukan oleh
deprteme pendidikan propinsi juga mengalami perubahan dan modifikasi yang cukup
segnifikan dan banyak program-program baru yang diperkenalkan.
Ditinjau dari aspek struktur, system
pendidikan Kanada berkembang kea rah lebih desentralisasi.Propinsi tetap
memberikan pedoman umum, tetapi dewan pendidikan setempat (Local Board) dan
maisng-masing sekolah memiliki control lebih besar terhadap implementasi,
materi dan metode pengajaran.Tekanan tehadap hal-hal yang bersifat fakta
semakin dikurangi, dan tekanan lebih banyak pada pembentukan keterampilan untuk
membantu belajar.
Isi kurikulum dimasukan mata pelajaran
yang bersifat wajib, terutama matematika, sains, bahasa, dan bidang ilmu-ilmu
social biasanya sejarah dan geografi. Sekarang diperkenalkan pula ilmu dan
keterampilan baru selain 3 Rs. Kurikulum sekarang memasukan teknologi computer,
berfikir kretif, belajar mandiri, dan pendidikan lingkungan.
1) Ujian,
Kenaikan Kelas dan Sertifikasi
Kemajuan yang terus menerus merupakan
patokan disekolah dasar.Pada tingkat sekolah dasar menengah system kredit
merupakan peraturan, dan kenaikan kelas dilaknasakan berdasarkan mata
pelajaran, bukan berdasarkan “Grade” atau kelas. Pada umumnya kebijakan
akses terbuka terhdapa pendidikan menengah di Kanada dapat disarikan sebagai
berikut: walaupun tidak ada kenaikan kelas otomatis, kurikulum sekolah
memberikan pelajaran pada berbagai tingkat sehingga dengan demikian, kemampuan
anak yang berbeda dapat diakomodasi.
Pada kebanyakan system, ujian disiapkan
dan dinilai pada tingkat local. Namun demikian, pada beberapa propinsi, seperti
Britis Columbia, Alberta, dan Quebec ( juga teritori Northwest dan Yukon yang
umumnya mengikuti program-program Alberta dan British Columbia) ujian akhir untuk
mendapatkan diploma untuk mata pelajaran tertentu dibuat secara sentral oleh
depertemen pendidikan.
2) Evaluasi
dan Penelitian Pendidikan
Kecenderungan
untuk meredefinisikan “kurikulum inti” dan memasukkan lebih banyak mata
pelajaran wajib telah diikuti dengan penekanan pada penelitian hasil
pendidikan.Memproritaskan tidak hanya pada penelitian terhadap hasil belajar
murid, tetapi juga pada penelitian program guru, sekolah, dan system sekolah.
Penelitian
pendidikan dilaksanakan pada seluruh propinsi dan territorial, walaupun tingkat
aktivitas penelitian itu berbeda-berbeda karena kepadatan penduduk.Sejumlah
besar juga penelitian dilakukan oleh dosen-dosen universitas serta organisasi
kependidikan dan asosiasi guru-guru. Departemen pendidikan propinsi dan
beberapa dewan pendidikan yang besar juga mengarahkan penelitiannya pada
hal-hal yang menjadi masalah regional atau local seperti evaluasi program,
walaupun ada kebutuhan untuk penelitian nasional seperti yang diusulkan oleh
CMEC, tetapi karena struktur politik pendidikan Kanada, penelitian sulit
dilaksanakan dan didanai.
b. Kelebihan
Sistem pendidikan
Kanada
Terpilih sebagai negara nomor satu di dunia Menurut PBB dan Unit Inteligen
Ekonomi (Economist Intelligence Unit), Kanada dinyatakan sebagai salah satu
dari 10 tempat terbaik di dunia untuk tinggal sejak tahun 1994. Menurut survey
PBB, Kanada secara khusus mendapatkan nilai tinggi untuk akses pendidikan,
harapan hidup yang lebih tinggi (karena sistem Universal Health Care); dan
tingkat kejahatan dan kekerasan yang rendah. Sebagai tambahan, kota-kota
terbesar Kanada seperti Vancouver, Toronto dan Montreal telah diakui sebagai
kota-kota kelas dunia untuk hidup dan bekerja, kebersihan dan keamanan dan
untuk aktivitas-aktivitas budaya dan gaya hidupnya yang menarik. Tempat yang
aman untuk belajar Kanada terkenal dengan masyarakat yang aman, adil dan damai.
Mutu Pendidikan yang Tinggi Institusi pendidikan di
Kanada tidak diberi rangking resmi, karena semua institusi pendidikan di Kanada
menawarkan program dengan kualitas tinggi.Ketika anda memilih sekolah di
Kanada, pertimbangkan tipe, besarnya, dan lokasi institusi tersebut.Jika anda
tertarik pada bidang studi khusus, carilah informasi mengenai sekolah mana yang
lebih banyak menawarkan disiplin ilmu tersebut. - ijazah yang diakui secara
internasional dan bisa ditransfer - biaya kuliah yang terjangkau - standar
hidup yang tinggi - stabilitas politik
C.
Sistem
pendidikan Sekolah Dasar di Indonesia
Kanak-kanak
berusia 6–11 tahun memasuki sekolah dasar (SD) atau madrasah
ibtidaiyah (MI).Tingkatan pendidikan ini adalah wajib bagi seluruh warga
negara Indonesia berdasarkan konstitusi nasional. Tidak seperti taman
kanak-kanak yang sebagian besar di antaranya diselenggarakan pihak swasta,
justru sebagian besar sekolah dasar diselenggarakan oleh sekolah-sekolah umum
yang disediakan oleh negara (disebut "sekolah dasar negeri" atau
"madrasah ibtidaiyah negeri"), terhitung 93% dari seluruh sekolah
dasar/madrasah ibtidaiyah yang ada di Indonesia. Sama halnya dengan sistem
pendidikan di Amerika Serikat dan Australia, para siswa harus belajar selama
enam tahun untuk menyelesaikan tahapan ini. Beberapa sekolah memberikan program
pembelajaran yang dipercepat, di mana para siswa yang berkinerja bagus dapat
menuntaskan sekolah dasar selama lima tahun saja.
1. Manajemen
Pendidikan di Indonesia
Pengelolaan
pendidikan di Indonesia merupakan tanggung jawab pemerintah pusat melalui
Menteri Pendidikan Nasional, pemerintah Daerah Provinsi, dan pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota. Ketentuan yang menyangkut pendidikan diatur dalam UU RI No.20
TH 2003 (Sisdiknas ). Ditinjau dari Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sisdiknas, pasal 1 ayat (1) yaitu; Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan darinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan peserta didik
adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui
proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
Oleh karena itu pendidikan dapat diterima dan dihayati sebagai kekayaan yang
sangat berharga dan benar-benar produktif.Pelaksanaan desentralisasi pendidikan
nasional di Indonesia memberikan keluasan kepada pemerintah daerah dan
partisipasi masyarakat utuk turut bertanggung jawab atas kualitas pendidikan di
Indonesia.
a. AnggaranPendidikan
Dalam UU Nomor 20/2003 tentang sistem
pendidikan nasional disebutkan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang
sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Untuk memenuhi hak warga negara,
pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan,
serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga
negara tanpa diskriminasi. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib
menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga
negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. Untuk mengejar
ketertinggalan dunia pendidikan baik dari segi mutu dan alokasi anggaran
pendidikan dibandingkan dengan negara lain, UUD 1945 mengamanatkan bahwa dana
pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan
minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor
pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sesuai
dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-VI I 2008, pemerintah harus
menyediakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD
untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Anggaran
pendidikan adalah alokasi anggaran pada fungsi pendidikan yang dianggarkan
melalui kementerian negara/lembaga dan alokasi anggaran pendidikan melalui
transfer ke daerah, termasuk gaji pendidik, namun tidak termasuk anggaran
pendidikan kedinasan, untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang menjadi
tanggung jawab pemerintah.
Sedangkan pengalokasian anggaran pendidikan
meliputi alokasi yang melalui beIanja pemerintah pusat dan melalui transfer ke
daerah. Sementara untuk yang melalui anggaran pendidikan melalui transfer ke
daerah adalah DBH Pendidikan, DAK Pendidikan, DAU Pendidikan, Dana Tambahan
DAU, dan Dana Otonomi Khusus Pendidikan.
b. Guru/personalia
Berdasarkan Peraturan Pemerintah no 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pada pasal 28, bahwa Pendidik
harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran,
sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional, yang dibuktikan dengan ijazah/sertifikat keahlian yang relevan,
yang dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang
terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah.
c. Kurikulum
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, di
Indonesia telah menerapkan enam kali perubahan kurikulum, yaitu kurikulum 1968,
kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 2004, Kurikulum 2006 (KTSP)dan yang
sekarang berlaku yaitu Kurikulum 2013 yang
sering disebut juga dengan kurikulum berbasis karakter. Kurikulum ini
merupakan kurikulum baru yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah
kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter,
dimana siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam proses berdiskusi
dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikap disiplin yang tinggi.
Kurikulum ini secara resmi menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang
sudah diterapkan sejak lalu.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
paparan di atas dapat kita simpulkan mengenai hal-hal yang membandingkan antara
pendidikan Negara Indonesia dengan Negara Kanada, antara lain sebagai berikut:
1. Arah
atau tujuan pendidikan
Tujuan pendidikan di Indonesia adalah
mewujudkan manusia yang memilikikekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan tujuan pendidikan dinegara
lain adalah terbentuknya manusia yang berahlak dan beragama serta menguasai teknologi
tinggi untuk membuat negara mereka maju dalam segala bidang.
2.
Jenjang Pendidikan
Dari paparan di atas kita dapat melihat
adanya perbedaan sistem di Kanada adalah periode Taman Kanak-Kanak atau Sekolah
Dasar ketika anak berumur 5 atau 6 tahun sementara di Indonesia baru dimulai
pada tingkat Sekolah Dasar ketika anak berumur 7-11 tahun.
3.
Kurikulum
Masalah kurikulum menjadi hal yang krusial
di Indonesia dimana sering terdengar anekdot bahwa pergantian menteri di
kabinet berbanding lurus dengan pergantian kurikulum. Di negara Kanada
kurikulum berjalan selaras dan berkesinambungan serta disesuaikan dengan
perkembangan dan tuntutan jaman.
DAFTAR
PUSTAKA
Syah Nur,
Agustiar. 2001. Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara. Bandung: Lubuk
Agung.
Assegaf, Abd.
Rachman. 2003. Internasionalisasi Pendidikan: Sketsa Perbandingan Pendidikan di
Negara-Negara Islam dan Barat. Jakarta: Gama Media. (jurnal)
www.Wikipedia.com
Tajab. 1994. Perbandingan Pendidikan. Surabaya: Karya Abdi Tama.
https://ms.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_di_Kanada diakses pada tanggal 6 Mei 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar